Binar
Seketika mataku kembali berbinar.
Kita larut dalam obrolan panjang, seakan dunia cuma milik kita berdua.Aku nggak pernah bosan melihatmu tertidur, dengan dengkuran kecil yang justru bikin aku tersenyum.
Di tengah udara yang dingin, kita saling berciuman dan nafas yang panjang.
Aku ingin momen ini berkesan, biar nanti kita bisa mengingatnya sambil tertawa.
Soal masa depan, jujur aku juga takut.
Tapi entah kenapa, bersamamu rasanya semua bisa dilewati pelan-pelan… sambil tetap seru.
Soal Masa lalu? Aku pun punya.
Tapi dari situ aku belajar, bahwa setiap cerita baik atau buruk mengajarkan kita cara menyusun rencana ke depan.
Dunia memang bengis, tapi aku mau tetap melihat senyummu yang manis.
Sampai kapan pun kita berjalan, semoga kita nggak lupa mulai dari hal-hal kecil.
Aku mungkin bukan orang yang baik.
Tapi siapa tahu, bersamamu… kita bisa belajar jadi versi terbaik dari diri kita masing-masing.
Komentar
Posting Komentar