Jalan Raya

Alarm adalah suara paling menyebalkan

Perut kosong hanya air dan angin yang terisi

Ku nyalakan motor antik ku

Bersiap menghadapi waktu

Walau gelisah semalam perihal nasibku

Ku harus tetap melaju yang diburu

Ku tak mau hidupku hanya begitu

Sepercik harapan di dalam sanubariku

Ku berdoa agar terus membantu

Hujan hampir menyertai

Kuyup basah adalah pakaian hari hariku

Angin kencang menembus badanku

Lalu lalang tronton yang tak terhentikan

Di pacu kebut jalan yang membatu

Hantam semua yang menghalangi

Dengan aturan jalan yang berlaku

Ku harus tetap melaju yang diburu

Ku tak mau hidupku hanya begitu

Sepercik harapan di dalam sanubariku

Ku berdoa agar terus membantu

Terima saja apa yang sudah terjadi

Terkadang menyebalkan ketika dilalui

Bangkit dan mulai sadar diri

Komentar

Postingan Populer